Rabu, 09 Desember 2009

Kanker Hati



BAB I
PENDAHULUAN






A. KONSEP DASAR
1. Pengertian


 Kanker Hati merupakan tumor hati yang bersifat maligna dan benigna ( Brunner & Suddarth, 2002 : 1197 ).
 Kanker hati dan kandung empedu primer merupakan tumor yang relatif jarang terjadi di Amerika, akan tetapi kanker hati primer cukup sering terjadi di Afrika dan Jepang ( Sylvia, 2006 : 461)
 Karsinoma Hepatoma Seluler (KHS) merupakan tumor ganas hati primer yang paling sering ditemukan dengan tumor ganas primer hati lainnya seperti limfoma maligna, fibrosarkoma dan hemangio endotelioma (Tjokronegoro, 1996 : 310 )
 Kanker hati terjadi dalam tiga bentuk utama ;
 Karsinoma Hepatoselular : kanker primer hati, timbul pada jaringan normal sebagai tumor khas atau pada sirosis tahap lanjut pada pola multinodular
 Kolangiokarsinoma : tumor malignan primer dari duktus empedu, dapat intrahepatik atau ekstrahepatik.
 Akibat metastase dari bagian ekstrahepatik dan menginvasi hati melalui sistem portal, saluran limfatik, atau dengan ekstensi langsung dari tumor abdomen (Sandra, 2001 : 336)

2. Anatomi Fisiologi
Hati merupakan organ parenkim terbesar dalam tubuh warnanya coklat beratnya ± 11/2 kg. Hati dibagi atas dua lapisan utama yaitu permukaan atas berbentuk cembung terletak dibawah diafragma dan permukaan bawah tidak rata serta memperlihatkan lekukan fisura tranfersus. Selanjutnya hati dibagi atas 4 belahan ; lobus kanan, lobus kiri, lobus kaudata dan lobus Quadratus.
Hati merupakan organ yang memiliki fungsi paling banyak dan paling kompleks, dimana hati memiliki tugas yang sangat besar dalam mempertahankan homeostasis fungsi metabolik tubuh, mencakup metabolis karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin. Hati juga bekerja sebagai gudang darah yang mengalir balik kembali saat terjadi gagal jantung ventrikel.
Hati mempunyai dua aliran darah saluran cerna dan limpa, darah dari vena porta dan arteria hepatika bercampur dan mengalir melalui hati akhirnya terkumpul dalam vena hepatika dekstra dan sinistra, yang bermuara kedalam vena kava, sekitar sepertiga curah jantung melalui hati setiap menit.
Salah satu fungsi terpenting hati adalah pembentukkan dan ekskresi empedu sekitar 500-1000 ml/hari.

3. Etiologi
 Pencemaran makanan oleh aflatoksin
 Konsumsi alkohol yang lebih tinggi
 Virus Hepatitis B & C, ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah.
 Sirosis
 Merokok dengan rata-rata 20 batang / hari


4. Patofisiologi
Etiologi: Pencemaran makanan, konsumsi alkohol & rokok yg tinggi, virus Hepatitis B & C, sirosis => Terjadi akumulasi di hati => Fungsi homeostatis di hati terganggu => Kontrol regulasi pertumbuhan sel normal terganggu di hati => Kanker hati => Metastase dari organ lain; Ca paru-paru, Ca Payudara dan Ca pankreas.

5. Manifestasi Klinis

a. Manifestasi dini termasuk tanda-tanda & gejala-gejala semua kanker yang berhubungan        dengan perubahan nutrisi ; penurunan berat badan yang baru dialami, kehilangan kekuatan, anoreksia dan anemia.
b. Nyeri abdomen mungkin saja timbul, disertai pembesaran hati yang cepat serta permukaan hepar yang tidak rata saat dilakukan palpasi.
c. Ikterus terjadi jika saluran empedu yang besar tersumbat oleh tekanan nodul malignan dalam hilus hati.
d. Asites timbul jika terdapat obstruksi vena porta atau jaringan tumor tertanam dalam rongga peritoneal.

6. Pemeriksaan Diagnostik
Diagnosis pada kanker hati sulit ditegakkan, sehingga tumor biasanya tidak ditemukan kecuali bila telah menyebar luas dan tidak dapat lagi dilakukan reseksi lokal. Prognosis yang buruk terjadi setelah penegakan diagnosis kanker hati yaitu kematian kurang dari satu tahun dan jika dilakukan operasi pronogsis 4 sampai 6 tahun.
Pada pemeriksaan diagnostik dibuat berdasarkan pemeriksaan; Laboratorium, Radiologi, CT Scan, USG, ERCP, Pencitraan lain dengan melihat tanda-tanda dan gejala klinik, riwayat penyakit, serta hasil pemeriksaan fisik.

7. Penatalaksanaan Medis
a. Terapi radiasi, guna mengurangi nyeri dan rasa nyaman secara efektif :
 Suntikan antibodi intravena yang secara khusus menyerang antigen yang berkaitan dengan tumor.
 Penempatan perkutan sumber berintensitas tinggi untuk terapi radiasi interstisial.

b. Kemoterapi, guna memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang kelangsungan hidupnya :
 Kemoterapi sistemik dan infus regional yang digunakan untuk pemberian preparat antineoplastik
 Suatu pompa yang dapat ditanam digunakan untuk pemberian kemoterapi dengan konsentrasi tinggi ke hepar melalui arteri hepatika.

c. Drainase Bilier Perkutan, guna mengurangi tekanan serta rasa nyeri karna penumpukan empedu akibat obstruksi dan meredakan gejala pruritus serta ikterus, sebagai hasilnya pasien merasa lebih nyaman dan kualitas kelangsungan hidupnya meningkat :
 Dengan bantuan fluoroskopi, sebuah kateter dimasukkan melalui dinding abdomen dengan melewati lokasi obstruksi ke dalam duodenum.
 Setelah beberapa hari dipasang , kateter tersebut dibuka untuk drainase eksternal.
 Pada cairan empedu yang mengalir keluar diobservasi dengan ketat untuk mengetahui jumlah, warna dan adanya darah serta debris.

B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
 Aktivitas/Istirahat
Gejala : Kelemahan atau keletihan
 Sirkulasi
Tanda : Ikterik pada sklera, nyeri dada pada pengerahan kerja
 Eliminasi
Gejala : Nyeri pada defekasi dan feses campur darah
Nyeri atau rasa terbakar pada saat berkemih
Tanda : Perubahan pada bising usus dan distensi abdomen
 Makanan/Cairan
Gejala : Kebiasaan diet buruk mis; rendah serat, tinggi lemak, anoreksia, mual/muntah penurunan berat badan hebat, berkurangnya massa otot
Tanda : Kelemahan, tonus otot dan turgor kulit buruk
 Nyeri/Kenyamanan
Gejala : Nyeri tekan pada abdomen
Tanda : Gelisah dan otot tegang

2. Diagnosa Keperawatan
a. Nyeri pada abdomen b/d proses penyakit di hati d/d tampak meringis kesakitan, gelisah dan pembesaran hati yang cepat
b. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia d/d penurunan berat badan yang baru terjadi
c. Ansietas b/d ancaman kematian d/d peningkatan ketegangan
d. Gangguan harga diri b/d efek samping kemoterapi mis; kehilangan rambut d/d mengungkapkan perubahan dalam gaya hidup tentang tubuh
e. Kurang pengetahuan mengenai penyakit, prognosis, dan kebutuhan pengobatan b/d tidak mengenal sumber informasi d/d meminta informasi dan mengungkapkan masalah; perasaan tidak berdaya, putus asa & tidak mampu.

3. Perencanaan Keperawatan
    Diagnosa Keperawatan I
    Tujuan : Nyeri berkurang/ hilang
    K. hasil : Menunjukkan peningkatan rasa nyaman
  1. Intervensi : Tentukan riwayat nyeri, mis; lokasi nyeri,frekuensi,intensitas dan tindakan  penghilangan yang digunakan
      Rasional : Memberikan informasi tentang data dasar untuk mengevaluasi keefektifan  intervensi.
  2. Intervensi : Evaluasi terapi tertentu, mis; pembedahan, radiasi, kemoterapi, dan bioterapi.
      Rasional : Ketidaknyamanan rentang luas adalah umum, mis; nyeri.
  3. Intervensi :Dorong penggunaan keterampilan manajemen nyeri, mis; teknik relaksasi, tertawa, musik dan sentuhan terapeutik.
      Rasional : memungkinkan pasien untuk berpatisipasi secara aktif dan meningkatkan rasa kontrol.
  4. Intervensi : Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian analgesik sesuai indikasi.
     Rasional : Nyeri adalah komplikasi sering pada kanker hati, meskipun respon individual berbeda.